Kamis, 11 Desember 2008

Audit Sistem Informasi dengan Menggunakan ACL

Yang dimaksud dengan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) / Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) adalah perangkat dan teknik untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk proses mengolah data serta
suatu proses yang sistematis dan objektif dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi,apakah sudah sesuai dengan kriteria yang berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang terkait serta akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer dengan cara mengkombinasikan pemahaman mengenai pentingnya keahlian audit dengan pengetahuan sistem informasi berbasis komputer dan menghasilkan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses audit sistem informasi.

Keuntungan menggunakan TABK /CAAT T adalah :

  • Increased or wider scope of investigations, which cannot be done manually; Untuk database yang berisikan ribuan transaksi, yang tidak mungkin dilakukan dengan cara manual, maka TABK sangat membantu untuk memfokuskan audit.
  • Increased coverage (covering 100% of the transactions for a year or more); TABK mampu memeriksa 100% seluruh transaksi dalam sebuah database.
  • Better information, such as extra analysis or profiling of data; TABK mampu memberikan informasi untuk analisis data dan melihat profil data.
  • Saving time; Waktu untuk proses audit lebih cepat dengan bantuakn TABK ini.

Kekurangan TABK/CAATT adalah :

TABK/CAATT merupakan teknik audit modern dengan berbagai kelebihan dibandingkan dengan audit secara manual, namun tetap harus diakui bahwa audit dengan teknik ini tetap mempunyai keterbatasan. Keterbatasan tersebut diantaranya adalah tidak adanya “peluru perak” dalam mengembangkan keahlian penguasaan software-software GAS terhadap staf audit. Software-software tersebut pada umumnya harus dipelajari dalam waktu yang lama, sehingga sebuah KAP yang menginginkan staf-stafnya mahir dalam penguasaan software-software GAS ini harus “menginvestasikan” dana dalam jumlah yang cukup besar untuk membekali mereka dengan serangkaian pelatihan-pelatihan penggunaan software ini. Pada beberapa kasus, pelatihan-pelatihan tersebut malah menjadi percuma karena tidak langsung dipraktekkan pada audit yang dilakukan. Hal ini karena untuk menjadi mahir, software-software ini menuntut pengembangan dan pemeliharaan keahlian secara kontinyu.

Catatan Kecil:

Sebenarnya klo untuk orang yang sudah pinter komputer dengan menggunakan perintah-perintah query SQL, maka nggak perlu pake software ini. Tapi bagi para akuntan yang biasanya nggak tahu perintah-perintah query itu maka sangat cocok sekali untuk memahami sebuah database.

Yang dimaksud ACL(Audit Command Language) adalah ACL for Windows yang dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.Dengan beberapa kemampuan ACL, analisis data akan lebih efisien dan lebih meyakinkan.ACL for Windows, sesuai dengan namanya, adalah perangkat lunak (software) berbasis Windows, di mana sistem operasi Windows telah dikenal bersifat mudah digunakan (user friendly). Kemudahan ini ditunjukkan dengan pengguna hanya dengan meng-click pada gambar-gambar tertentu (icon) untuk melakukan suatu pekerjaan, dan didukung pula dengan fasilitas Wizard untuk mendefinisikan data yang akan dianalisisuntuk keperluan audit/ pemeriksaan seperti :analisis statistik, menghitung total,stratifikasi,sortir,index,dan lain – lain mengenai proses audit.

Manfaat dari ACL software tools antara lain :

Sebagai Pemeriksa : Dapat membantu dalam mengakses data baik langsung (Direct) kedalam system jaringan ataupun InDirect (tidak langsung) melalui media lain seperti softcopy dalam bentuk Teks file / Report.

Untuk Pemeriksa : Dapat melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaaan dengan lebih fokus, cepat, efisien dan efektif dengan lingkup yang lebih luas dan analisa lebih mendalam. Mengidentifikasi penyimpangan (Fraud Detection) dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Sehingga memiliki waktu lebih banyak dalam menganalisa data dan pembuktian.

Untuk Sumber Daya Manusia/Pemeriksa, IT dan lainya: Dapat melakukan sistem pelaporan yang sesuai dengan keinginan atau laporan yang diinginkan (Independensi) dan dengan Akurasi dan Kwalitas Data yang sangat bagus. Sehingga data pelaporan dapat dipercaya. Proses pembuatan Rekapitulasi dengan sangat cepat. Pencarian Duplikasi Data seperti Identitas Kewarganegaraan (1 Orang memiliki lebih dari 1 Identitas).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar